kali ini saya berbagi tulisan saya sendiri yang berjudul English is Easy, sebenarnya ini adalah sebagian dari buku yang sedang saya kerjakan, semoga dengan saya upload tulisan ini, saya mendapat banyak saran, kritik dan masukan untuk buku saya yang lebih baik. Buku ini tentang paradigma masyarakat Indoneisa tentang sulitnya belajar bahasa Inggris, padahal sesungguhnya belajar bahasa Inggris itu mudah, kenapa? silakan baca sendiri, dan ingat... ini belum selesai.. he...
silakan download disini
thanks in advance for reading and leaving comment...
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Monday, April 14, 2014
Sunday, October 6, 2013
Lagu Baru yang Akan Populer di Indonesia (Kapan Lagi - Verona Band)
seperti yang saya sampaikan pada postingan saya sebelumnya Lirik Lagu What Makes You Beautiful, siapa yang tak suka musik? semua orang suka musik, semua umur suka musik, semua kalangan suka musik, orang kota suka musik, orang desa suka musik tak ada yang tak suka musik. nah, kali ini saya akan berbagi satu lagu baru yang keren abiiiissss... lagu ini karya teman-teman saya sendiri, namanya Verona Band, ini lagu pertama yang mereka launching, judul lagunya Kapan Lagi. saya sangat yakin, lagu dan band ini akan jadi salah satu lagu dan band terpopuler di Indonesia, karena kualitas yang mereka miliki patut disandingkan dengan lagu-lagu dan Band-Band populer yang ada di Indonesia saat ini. jadi, inilah lagu dan Band baru yang akan populer di Indonesia.
Lirik lagu awalnya seperti ini : Kapan Lagi... bertahan aku akan tanya hatiku... mungkin nanti... berangku akan asa hatimu... selanjutnya? silakan dengarkan sendiri saja dengan mendownload lagunya disini
selamat menikmati dan semoga terhibur...
jika menurut anda lagu ini menghibur dan patut untuk didengarkan, silakan di share ke teman-teman anda...
terima kasih...
Lirik lagu awalnya seperti ini : Kapan Lagi... bertahan aku akan tanya hatiku... mungkin nanti... berangku akan asa hatimu... selanjutnya? silakan dengarkan sendiri saja dengan mendownload lagunya disini
selamat menikmati dan semoga terhibur...
jika menurut anda lagu ini menghibur dan patut untuk didengarkan, silakan di share ke teman-teman anda...
terima kasih...
Wednesday, September 25, 2013
Contoh Puisi Bahasa Inggris Karya William Shakespeare
Puisi merupakan sebuah karya sastra yang biasanya mengandung makna yang menyentuh hati, alunan kata-kata indah terurai dalam sebuah puisi. puisi sudah terkenal sejak dulu di berbagai negara, dari sekian banyak puisi yang terkenal, ada seorang penulis puisi yang
Tuesday, September 24, 2013
Sinergi Peran Mahasiswa, OMBUDSMAN dan Media
Mahasiswa yang sering disebut sebagai Agent of Change atau agen perubahan
karena seringkali menyuarakan aspirasi dan keluhan masyarakat dengan melakukan
tindakan-tindakan dengan cara mereka sendiri, seperti
Monday, July 29, 2013
Mengoptimalkan Facebook Agar Lebih Bermanfaat dan Berdampak Positif
Facebook merupakan sosial media terpopuler sekarang, hampir semua orang memiliki akun dan menggunakan Facebook untuk menjalin silaturrahmi dan bergaul dengan orang banyak secara online atau di dunia maya, Facebook memiliki banyak kelebihan yang memberikan banyak keuntungan bagi penggunanya, namun sayangnya banyak sekali penggunanya yang justru menggunakan Facebook untuk
Friday, July 26, 2013
Langkah-Langkah Mudah Membuat Makalah
Mungkin banyak yang tidak tau apa itu makalah, tapi bagi mahasiswa, makalah merupakan "makanan wajib" mereka, karena hampir semua tugas kuliah berupa makalah. Bagi mahasiswa baru, mungkin membuat makalah itu sangat sulit bahkan menjadi momok yang menakutkan, tapi sebenarnya membuat makalah itu sangat mudah, yang penting rajin dan sungguh-sungguh.
Nah, disini saya akan berbagi langkah-langkah membuat makalah, semoga bermanfaat...
1. langkah pertama kita harus menentukan tema besar dari makalah kita dulu, misalnya tentang "Sejarah Bangsa Indonesia", tapi biasanya tema besar ini ditentukan oleh dosen pengasuh mata kuliah (bagi mahasiswa).
2. setelah kita tau apa tema besar dari makalah kita, maka kita bisa menentukan sub tema yang nantinya akan menjadi topik atau pembahasan utama dalam makalah kita, sebaiknya menentukan sub tema yang benar-benar erat kaitannya dengan tema dan juga yang termuat dalam banyak referensi sehingga kita tidak kesulitan dalam mencari referensi.
3. setelah kita telah menentukan topik atau pembahasan makalah kita, kita buat kerangka berpikir atau bisa juga disebut pola umum dalam makalah kita. contoh:
misalnya topik makalah kita adalah "Sejarah Perjuangan Bung Karno dkk dalam Memperjuangkan Kemerdekaan RI" maka kita bisa membuat kerangka berpikirnya kurang lebih seperti ini:
a. Definisi Sejarah
b. Perjalanan Bung Karno dkk Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan RI
c. Tantangan-tantangan yang Dihadapi Bung Karno dkk dalam Memperjuangkan Kemerdekaan RI
d. dst. (tentukan pembahasan yang sesuai dengan pembahasan umum)
4. setelah kita membuat kerangka berpikir makalah kita, mulailah kita mencari referensi yang berkaitan dengan kerangka berpikir kita tersebut.
5. jika sudah ditemukan beberapa referensi yang kita butuhkan dan sesuai dengan pembahasan makalah kita, mulailah kita menyusun makalah kita sesuai dengan kerangka berpikir yang sudah kita buat sebelumnya, hindari yang namanya "Copy Paste" dimana kita hanya menjiplak yang terdapat dari referensi tanpa ada sumbangan pemikiran sedikitpun dari kita, karena itu bisa melanggar hak cipta. Dan akan membuat pemikiran kita tidak akan berkembang, apalagi kalau sampai ketahuan oleh dosen, pasti nilai makalah kita akan sangat rendah bahkan bisa saja ditolak.
6. nah, setelah selesai menyusun makalah, selanjutnya kita buat kesimpulan dari keseluruhan isi makalah kita, usahakan kesimpulan benar-benar dari pemikiran dan analisa kita terhadap makalah yang kita susun tadi.
nah, demikianlah kira-kira langkah dalam membuat makalah, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua
Nah, disini saya akan berbagi langkah-langkah membuat makalah, semoga bermanfaat...
1. langkah pertama kita harus menentukan tema besar dari makalah kita dulu, misalnya tentang "Sejarah Bangsa Indonesia", tapi biasanya tema besar ini ditentukan oleh dosen pengasuh mata kuliah (bagi mahasiswa).
2. setelah kita tau apa tema besar dari makalah kita, maka kita bisa menentukan sub tema yang nantinya akan menjadi topik atau pembahasan utama dalam makalah kita, sebaiknya menentukan sub tema yang benar-benar erat kaitannya dengan tema dan juga yang termuat dalam banyak referensi sehingga kita tidak kesulitan dalam mencari referensi.
3. setelah kita telah menentukan topik atau pembahasan makalah kita, kita buat kerangka berpikir atau bisa juga disebut pola umum dalam makalah kita. contoh:
misalnya topik makalah kita adalah "Sejarah Perjuangan Bung Karno dkk dalam Memperjuangkan Kemerdekaan RI" maka kita bisa membuat kerangka berpikirnya kurang lebih seperti ini:
a. Definisi Sejarah
b. Perjalanan Bung Karno dkk Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan RI
c. Tantangan-tantangan yang Dihadapi Bung Karno dkk dalam Memperjuangkan Kemerdekaan RI
d. dst. (tentukan pembahasan yang sesuai dengan pembahasan umum)
4. setelah kita membuat kerangka berpikir makalah kita, mulailah kita mencari referensi yang berkaitan dengan kerangka berpikir kita tersebut.
5. jika sudah ditemukan beberapa referensi yang kita butuhkan dan sesuai dengan pembahasan makalah kita, mulailah kita menyusun makalah kita sesuai dengan kerangka berpikir yang sudah kita buat sebelumnya, hindari yang namanya "Copy Paste" dimana kita hanya menjiplak yang terdapat dari referensi tanpa ada sumbangan pemikiran sedikitpun dari kita, karena itu bisa melanggar hak cipta. Dan akan membuat pemikiran kita tidak akan berkembang, apalagi kalau sampai ketahuan oleh dosen, pasti nilai makalah kita akan sangat rendah bahkan bisa saja ditolak.
6. nah, setelah selesai menyusun makalah, selanjutnya kita buat kesimpulan dari keseluruhan isi makalah kita, usahakan kesimpulan benar-benar dari pemikiran dan analisa kita terhadap makalah yang kita susun tadi.
nah, demikianlah kira-kira langkah dalam membuat makalah, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua
Thursday, July 25, 2013
Tips-Tips Menentukan Tema Debat Ilmiah
Lomba Debat Ilmiah merupakan salah satu lomba yang sering dilaksanakan dalam upaya peningkatan kualitas intelektual, biasanya lomba debat ilmiah ini dilaksanakan dalam satu event yang terdapat banyak lomba di dalamnya dengan tujuan atau misi yang sama tergantung dari event yang dilaksanakan. Lomba ini kebanyakan dilaksanakan untuk tingkat mahasiswa karena mahasiswa merupakan golongan manusia yang kental dengan nuansa ilmiah dan intelektual. Dalam debat ilmiah, biasanya tema yang diperdebatkan ditentukan oleh panitia dengan memberikan banyak opsi atau pilihan tema yang sesuai dengan tema umum dari lomba tersebut dan peserta hanya dipersilakan untuk memilih tema secara acak. Namun, kebanyakan panitia pelaksana lomba debat ilmiah kurang mampu dalam menentukan tema yang bagus untuk digunakan dalam debat ilmiah.
Disini, saya mencoba memberikan tips-tips dalam menentukan tema Debat Ilmiah, silakan disimak.
1. Tema Debat harus sesuai dengan tema umum kegiatan
Dalam menentukan tema lomba debat ilmiah, jangan sampai kita mengesampingkan tema umum atau tema besar dari kegiatan yang kita laksanakan karena itu akan memunculkan kesan yang tidak profesional bagi panitia, misalnya tema umum kegiatan adalah "Pendidikan" lalu kita menentukan tema debat tentang "Hukum" tentu saja tidak ada korelasinya, jadi kita harus mengacu pada tema umum tersebut untuk menentukan tema debat ilmiah, jika tema umum adalah "Pendidikan" maka tentukan tema debat tentang pendidikan, misalnya "Kebijakan Pemerintah Tentang Kurikulum".
2. Tema Debat harus tema yang Update
Untuk menentukan tema Debat Ilmiah, kita harus mengikuti berita-berita terbaru yang sedang hangat diperbincangkan, jadi debat ilmiah yang kita laksanakan tidak terlihat "basi" tapi justru menarik untuk disaksikan.
3. Tema Debat harus Debatable
Maksud dari Debatable adalah tema debat ilmiah harus tema yang mengandung unsur kontroversi sehingga memungkinkan timbul 2 pendapat yang berseberangan agar tema benar-benar bisa diperdebatkan, misalnya suatu topik yang mengandung pendapat pro (mendukung) dan kontra (menolak). Ini adalaha unsur yang paling penting dalam menentukan tema debat ilmiah, karena jika tema tidak debatable maka debat ilmiah tidak akan bisa berjalan disebabkan tidak ada yang bisa diperdebatkan. Jadi hati-hati pada poin ketiga ini, jika poin ini tidak terpenuhi, panitia siap-siap gigit jari.
4. Tema Debat Harus Mengandung Unsur Ilmiah
Poin ini sepertinya sudah jelas, yang namanya debat ilmiah, tentu harus ilmiah.
Contoh Argumentative Essay
The Important of Student’s Instrumental Motivation in Teaching Learning English Process.
By Faisal Rahman
There are
many important factors in teaching learning process, especially language, one
of them is motivation. Even Motivation is called as the “neglected heart” of
language teaching. As a teacher, sometime we forget that our class activities
are filtered through our student’s motivation, without student’s motivation,
the class is like dead, there is no life in the class because students actually
control the flow of the class. If we want to be a successful teacher we have to
incorporate direct approaches to product students’ motivation.
The issue of
motivation, particularly in teaching English context, is so important that
other considerations about teaching methodology seem to pale in comparison. It
is important to think about motivation as the essence of language teaching
because of the stark realities of learning English for most of our students. All
of the conditions that we know contribute to successful second language
achievement are incomplete in most EFL contexts: there just isn’t enough
English input in the environment, there probably aren’t enough chances for
interaction with English speakers, there usually aren’t enough strong role
models promoting the learning of English, and there may not be disseminated
enough social reception for the idea of becoming skillful in English. Because
of these contrary conditions, a student has to have special motivation in order
to succeed at learning English (Michael
Rost, 2006).
There are
two kinds of motivations, they are integrative (individual/ internal)
motivation and instrumental (external) motivation, Gardner and Lambert identified these two orientations
as the two extreme of a continuousness. At one extreme, the integratively motivated learners wish to learn
a new language in other to
identify with or become a part of new social or cultural group. They want to integrate
themselves into the culture of the
second language. At the other extreme learners wish to acquire a language as mean for
attaining instrumental goals such as furthering their career, reading technical material, translation and so forth (Mahshid Ghanea, Hamid Reza Zeraat Pisheh & Mohammad Hassan Ghanea, 2011). In relationship with
teaching learning English process, both motivations have many influences, but
the second one, instrumental motivation is more important than integrative
motivation.
Crookes & Schmidt, (1991)
mentioned that Integrative motivation is important because it is based
on interest in learning English
because of a desire to learn about or associate with people who use it (e.g.
romantic reasons), or because an intention to participate or integrate in the English using speech community; in any
case, emotions or affective factors are dominant (Saville & Troike, 2005). Motivation has been
identified as the learner's orientation with regard to the goal of learning a second language (Mohammad Reza Ahmadi, 2011).
On other hand, there are many reason why instrumental motivation is more
important than integrative motivation, According to Hamp-Lyons’s investigation of
an intensive ESL program (1983),
found that many students
are motivated instrumentally rather than integratively, and they study English
in order to “get some measurable extrinsic value of the learning outcomes” (p. 145).
Learners with expressive motivation wish
to establish a connection with the outside world through English. And English
is an obligatory course for learners with
purely extrinsic motivation, and
they have to pass exams (Influence
of Instrumental Motivation on EFL Learners in China and Its Implication on TEFL Instructional Design).
Gardner and Lambert (1972) argue that Instrumental Motivation involves
perception of purely practical value in learning English, such as increasing
occupational or business opportunities, enhancing prestige and power, accessing
scientific and technical information, or just passing a course in school.
Example: A professional designer in Chile who's just finished university and is
willing to find a good job. He would probably find different kinds of offerings
to start working, but, there is one special for him, that will pay him very
well and his/her economic situation will change enormously. However, there is
one condition to be accepted on the job, the designer they were looking for,
must have good English qualities. After analyzing this example, we can consider
that learning English, will be conducted by instrumental motivation, since the
willing of having a good job and a good economic situation will impulse the
learner to acquire an English. (Mohammad Reza Ahmadi, 2011)
In addition, a study of Iranian English learner by Mohammad Reza Ahmadi
(2011) has result that Iranian EFL students have
stronger instrumental motivation than integrative motivation toward language
learning. The most important factors affect students' motivation are parents, teachers, social personality,
university environment and examinations. Females were found to have stronger integrative motivation
than males to learn English. Findings of this study have implications for teaching pedagogy . The other study is in China, and the result
shows that Chinese English learners exhibit powerful instrumental motivation,
which is characteristic of certificate or exam driven motivation. The English
learning context in China fosters this unique type of motivation and largely
determines the selection of teaching and learning strategies. It is suggested
that in addition to helping English learners pass exams and get certificates,
instructional design should also emphasize the ability to use the English
language appropriately, and guide autonomous learning in order to provide
optimal learning experiences while minimizing the limitations with regard to
the instrumental motivation to learn the English language. This is really a
challenging job which can be completed through application of research findings,
continued practice, and integration of technology in the classroom (Influence of Instrumental Motivation on EFL Learners in China and Its Implication on TEFL Instructional Design).
In
summary, motivation is a very important factor of teaching learning English
process, because it influence students’ desire in learning English, and the
most important motivation in teaching learning English process is instrumental
motivation because it has more influences than integrative motivation that can
interests students to learn English for their life and future. So, as a
teacher, we should know and can make the students are motivated by using
instrumental motivation, but don’t ignore the integrative motivation.
REFERENCES
Ahmadi,
Mohammad Reza. 2011. The Effect of Integrative and Instrumental Motivation
on Iranian EFL Learners’ Language Learning. ELT VOICES.
Ghanea,
Mahshid, Pisheh, Hamid Reza Zeraat and Ghanea, Mohammad Hassan. 2011. The Relationship
between Learners’ Motivation (Integrative and Instrumental) and English
Proficiency among Iranian EFL Learners. World Academy of Science,
Engineering and Technology.
NN. Influence of Instrumental Motivation on EFL Learners in
China and Its Implication on TEFL Instructional Design
Rost,
Michael. 2006. Generating Students Motivation. Pearson Education. Inc..
Kehidupan Mahasiswa; Kehidupan Sandiwara
Mahasiswa adalah satu dari banyak jenis kehidupan, dimana mahasiswa merupakan salah satu kaum minoritas ditengah-tengah banyaknya manusia penghuni bumi ini, tetapi walaupun begitu, hidup sebagai seorang mahasiswa selalu menjadi kebanggaan, karena mereka adalah orang-orang yang sangat beruntung dapat mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi, dibalik itu semua hidup sebagai mahasiswa seperti hidup dalam sandiwara.
Kenapa dikatkan demikian? mahasiswa merupakan tingkatan terakhri dari proses belajar secara formal, sehingga di tahap inilah manusia biasanya benar-benar belajar seperti apa kehidupan mereka setelah proses belajar mereka berakhir, disini mereka belajar memanajemen hidup mereka sendiri sebelum mereka harus memanajemen keluarga yang akan mereka bangun sendiri nantinya.
Banyak hal yang harus mereka manajemen, seperti waktu, finansial dan kehidupan sosial serta menentukan masa depan mereka setelah usai menyandang gelar sarjana,. Manajemen waktu, biasanya mereka belajar bagaimana memanajemen waktu dengan mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan seperti organisasi mahasiswa (Ormawa), selain belajar memanajemen waktu, di ormawa mereka juga biasanya menggali minat dan bakat mereka dari berbagai bidang seperti seni dan olahraga. dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan tentu mereka harus pandai membagi waktu antara kuliah mereka dengan kegiatan diluar bangku perkuliahan. Dengan begitu mereka mendapat pelajaran bagaimana caranya memanajemen waktu yang baik untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya, dimana mereka harus mampu mengelola waktu mereka untuk diri sendiri, keluarga, pekerjaan serta lingkungan.
Manajemen finansial, mereka belajar mengelola keuangan sendiri, ini merupakan 'pelajaran wajib' bagi seorang mahasiswa karena kebanyakan dari mereka hanya mengharapkan biaya hidup dari penghasilan orang tua, khususnya bagi mereka yang kuliah jauh dari orang tua, namun banyak juga mahasiswa yang kuliah sambil bekerja untuk mendapatkan 'uang jajan' tambahan agar mereka dapat membantu mempertahankan kestabilan ekonomi keluarga atau bahkan hanya karena sekedar hobi berbisnis. Disini mereka akan mendapatakan pelajaran berharga tentang kehidupan ekonomi, karena di depan mereka terdapat kehidupan nyata yang mengharuskan mereka mahir dalam mengelola keuangan, baik pribadi maupun keluarga.
Kehidupan sosial, dalam sebuah perguruan tinggi, khususnya di Indonesia, biasanya terdapat mahasiswa dari beragam suku yang berbeda, jika di perguruan tinggi umum juga terdapat beragam agama, namun tidak demikian di perguruan tinggi agama yang hanya ada satu agam dalam satu perguruan tinggi, dengan kehidupan yang beragam seperti itu, tentu mereka harus pandai dalam bersosial dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, ini merupakan pelajaran yang sangat berarti bagi mahasiswa, karena setelah mereka menyelesaikan studi mereka, tentu mereka akan berhadapan dengan situasi dimana mereka harus berbenturan dengan kondisi sosial yang lebih kompleks dan nyata.
Nah, dengan kehidupan mahasiswa seperti yang terurai diatas, maka kita bisa mengatakan bahwa kehidupan mahasiswa adalah sebuah miniatur dari kehidupan yang sesungguhnya atau lebih puitis jika kita sebut dengan "Kehidupan Sandiwara".
Monday, March 19, 2012
5 Orang Terbunuh Dalam Serangan Dekat Istana Presiden Somalia
Sedikitnya lima orang telah dibunuh di ibukota Somalia, Mongadishu, ketika gerilyaan menembakkan mortir Di istana presiden tapi malah mengenai tempat pengungsian.
Tujuh orang lainnya mengalami cedera dalam serangan tengah malam, kelompok militer al-Shahablah pihak yang diklaim bertanggung jawab.
kolonel tentara Somalia mengatakan mortir mendarat ratusan meter dari kamp sementara, yaitu tempat pengungsian selama beberapa tahun karena konflik dan kemarau. Dia mengatakan bahwa serangan tidak mengakibatkan bahaya untuk istana presiden.
Ini adalah yang kedua kalinya dalam seminggu al-Shahab mencoba untuk menyerang istana presiden.
Pemerintah Somalia dan African Union telah mengeluarkan secara paksa kelompok tersebut dari benteng Mogadishu sebelumnya, tapi al-Shahab melanjutkan melancarkan roket, bom, dan serangan bunuh diri di ibukota Somalia tersebut.
Kelompok yang terkait dengan al-Qaida tersebut, sedang mencoba untuk menghancurkan pemerintahan dan mengubah Somalia menjadi wilayah Islam garis keras.
Ditranslit dari: http://www.voanews.com/english/news/africa/east/Deadly-Attack-Near-Somali-Presidential-Palace-143303446.html
Monday, February 20, 2012
Apa Yang Dimaksud Audit Forensik
Jadi, apa yang dimaksud dengan audit forensik?
Sejak selesainya laporan audit forensik terhadap kasus Bank Century dan penyerahan kepada DPR oleh Badan Pemeriksa Keuangan, nama "audit forensik" tiba-tiba mencuat lagi di berita. Laporan ini mengungkapkan 13 temuan kemungkinan kecurangan sekitar kasus Bank Century.
Namun demikian, banyak pertanyaan yang timbul tentang apakah temuan tersebut akan memecahkan kasus Century. Wakil Ketua DPR Pramono Anung, misalnya, berpendapat bahwa ia tidak yakin jika hasil audit forensik Badan Pemeriksa yang pada kasus Century akan memecahkan kasus ini. Lebih lanjut ia mengusulkan bahwa hal itu hanya dapat diatasi jika Komisi Pemberantasan Korupsi dalam langkah dan bekerja secara independen pada kasus ini. Tapi apa ini "forensik audit" yang banyak dibicarakan orang? Istilah "audit" itu sendiri telah sekitar untuk waktu yang cukup lama. Ini berarti hanya menilai kepatuhan terhadap standar tertentu.
Dalam dunia akuntansi, "audit keuangan" adalah proses verifikasi laporan keuangan suatu entitas untuk mengekspresikan pendapat yang dimaksudkan untuk memberikan keyakinan memadai bahwa laporan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan kerangka kerja pelaporan keuangan yang ada. Audit itu sendiri dilakukan di bawah sebuah "Standar pemeriksaan yang berlaku umum" yang juga berfungsi sebagai panduan "bagaimana " bagi auditor dalam melakukan pekerjaan mereka.
Di sisi lain, audit forensik adalah proses yang "berdasarkan masalah" bukannya "berdasarkan aturan" . Ditetapkan oleh Bologna dan Lindquist sebagai penggunaan keterampilan akuntansi dan pengetahuan lain yang relevan dengan isu-isu yang belum terselesaikan dalam konteks aturan bukti, tidak seperti audit keuangan biasa, tidak ada yang berlaku umum "bagaimana " aturan yang akan digunakan dalam prosesnya.
Hal ini terutama karena fakta bahwa kasus penipuan bisa sangat berbeda di seluruh dunia. Ini juga menjelaskan fakta bahwa proses audit itu sendiri sering disebut dengan nama yang berbeda, seperti "audit penipuan", "penipuan pemeriksaan", "forensik keuangan", dan sebagainya.
"Permasalahan dasar" dari proses audit forensik itu adalah kekuatan serta tantangannya sendiri. Di satu sisi, tidak seperti audit konvensional, audit forensik ini sangat adaptif dan fleksibel dalam hal metode dan teknik tergantung pada isu-isu yang perlu dipecahkan.
Di sisi lain, tantangan dari proses terletak dalam fakta bahwa ia sulit untuk dapat mengukur kualitas karya yang dilakukan oleh auditor.
Hal ini dapat dibuktikan, misalnya, perdebatan mengenai apakah auditor BPK telah melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Perbedaan harapan mengenai hasil audit forensik mungkin menjadi penyebab untuk masalah ini.
Dalam prakteknya, hasil yang mungkin dari audit keuangan biasa cukup banyak diprediksi (misalnya wajar tanpa pengecualian, berkualitas, disclaimer atau opini yang merugikan), hasil dari audit forensik jauh lebih sulit diprediksi. Misalnya, auditor forensik mungkin menemukan kecurangan yang terjadi dalam sebuah organisasi.
Namun, akan ada lebih dari beberapa kesempatan di mana mereka akan menemukan bahwa semua dugaan penipuan adalah salah dan bahwa perilaku buruk tidak terjadi apapun. Tidak adanya standar "Bagaimana" tidak berarti audit forensik dilakukan sepenuhnya tanpa rencana. Untuk hal ini, auditor forensik biasanya akan beralih ke "praktek terbaik" dalam perencanaan audit mereka.
Berdasarkan praktek umum di seluruh dunia, misalnya, seluruh proses dimulai dengan pembentukan suatu predikasi cukup berdasarkan awal "bendera merah" bahwa penipuan mungkin terjadi. Selanjutnya, pengumpulan bukti awal dilakukan dilanjutkan dengan perumusan "hipotesis" yang pada dasarnya serangkaian pertanyaan yang telah ditentukan bertujuan untuk dijawab oleh audit seperti: "Apakah benar-benar penipuan terjadi?", "Jika kecurangan tidak terjadi , lalu siapa pelaku dan bagaimana ia melakukannya ", dan"? Berapa banyak penipuan biaya organisasi? ". Tanpa jelas "hipotesis", seluruh program investigasi akan kehilangan fokus dan sumber daya akan sia-sia tanpa membawa hasil yang diinginkan.
Pada prinsipnya, "hipotesis" kemudian diuji dengan mengumpulkan data lebih lanjut dan informasi melalui cara-cara analisis dokumen tersebut, wawancara investigasi dan observasi langsung.
Sebuah kunci sukses dalam tahap ini adalah menjaga (pelanggar dugaan misalnya) pengaturan subjek sehingga masalah yang melibatkan pelaku yang diduga melarikan diri, menghilang atau memanipulasi bukti akan kurang mungkin terjadi.
Untuk mempertahankan pengaturan alam subjek itu, penting untuk sebuah audit forensik membuat waktu seefisien mungkin, misalnya, mengurangi kesempatan pelaku untuk membuang atau mengubah bukti. Mengenai penggunaan "praktek terbaik" sebagai acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan audit forensik yang sukses, perlu dicatat bahwa auditor harus mempertimbangkan relevansinya.
Dalam kasus audit forensik di Indonesia, seperti di negara lain, penting bagi para ahli audit forensik untuk duduk bersama dan merumuskan "praktek terbaik" yang paling tepat untuk digunakan sebagai pedoman dalam negeri. Hal ini penting karena meskipun auditor bahasa Indonesia selalu dapat merujuk kepada "praktek terbaik" di negara lain dalam melakukan audit forensik, "permasalahan dasar" dari proses tersebut juga berarti bahwa pedoman tersebut dirumuskan berdasarkan masalah yang paling umum melibatkan penipuan dalam setiap negara.
Di Australia, misalnya, memperoleh salinan keputusan pengadilan terakhir atau dokumen publik lainnya bisa semudah men-download dari Internet. Dengan kata lain, efektivitas penyelidikan penipuan melalui analisis dokumen sangat tergantung pada kualitas manajemen data dalam negeri.
Sehubungan dengan keterbatasan ini, auditor forensik Indonesia perlu lihai dalam memperoleh informasi yang diperlukan dari sumber lain, seperti wawancara investigasi dan observasi langsung. Terlepas dari kendala yang mungkin dihadapi oleh auditor forensik dalam melakukan pekerjaan mereka, faktanya adalah bahwa keterampilan audit forensik yang memiliki permintaan tinggi di Indonesia . Kasus penipuan telah menghantui negeri ini selama puluhan tahun tetapi perlu segera diatasi dan audit forensik merupakan sarana penting untuk melakukannya.
Hendi Yogi Prabowo, Yogyakarta | Mon, 2012/01/02 08:55
Penulis adalah direktur Pusat Studi Akuntansi Forensik di Departemen Akuntansi Universitas Islam Indonesia , Yogyakarta . Ia memperoleh gelar Master dan PhD di bidang Akuntansi Forensik dari Universitas Wollongong , Australia .
Subscribe to:
Posts (Atom)